Polres Bener Meriah Gelar Rekontruksi Ulang, Kasus Pembunuhan Berencana Oleh Sang Penebang Kayu

Polres Bener Meriah Gelar Rekontruksi Ulang, Kasus Pembunuhan Berencana Oleh Sang Penebang Kayu

- in Reskrim
599
0

Tribratanews Polres Bener Meriah: Polres Bener Meriah mengadakan giat rekontruksi ulang dalam perkara kasus pembunuhan berencana yang menimpa korban (Alm.Syahril Akbar) saat ia tertimpa ranting pohon kayu yang di tebang oleh ke tiga rekannya Mulyadi, Hamdan, Sunarzi yang kini ditetapkan sebagai tersangka, memeragakan 74 adegan dalam rekontruksi yang dilaksanakan di polres bener meriah sekira pkl.10.00 Wib.Selasa”(30/01/2018)

Dalam kegiatan rekontruksi tersebut di hadiri oleh Kapolres Bener Meriah AKBP Fahmi Irwan Ramli,SH.,SiK.,M.Si, Waka Polres, Kabag Ops, Kabag Sumda, Kabag Ren, Kasat Reskrim, Ketua pengadialan negeri Redelong Simpang 3, beberapa perwira polres, para saksi, serta awak media yang diundang dalam gelar ulang rekontruksi kasus pembunuhan berencana.

reka ulang ini memperagakan 74 adegan dengan menghadirkan 3 (tersangka) Mulyadi, Hamdan, serta Sunarzi, Sedangkan korban diperankan oleh Bripda Tazul (Anggota Satreskrim) dan para saksi yang hadir.

Tersangka Mulyadi, Hamdan serta Sunarzi memerankan satu persatu adegan ulang, mulai ia berangkat sampai korban (alm.Sayhril Akbar) berpamitan kepada orang tuanya sampai menuju ke lokasi hutan Kala enang enang desa menderek Kec.Pintu rime Gayo Kab Bener Meriah untuk melakukan penebangan kayu di lokasi tersebut, dalam hal ini tersangka mulyadi bersama hamdan memerankan saat ia melakukan penebangan kayu, dimana kayu yang mau di tebang berdekatan dengan lokasi korban alm.sahrim akbar yang sedang mandi, dimana kayu yang tertebang tersebut mengenai korban, sehingga terdengar suara teriakan suara si korban, sehingga tersangka mulyadi dan hamdan bergegas menuju ke arah korban, akan tetapi tersangka bingung dan hendak memotng kayu yang mengenai korban akan tetapi mereka ragu, sehingga mereka meninggalkan korban dengan kondisi hidup. selanjutnya tersangka mulyadi berkata kepada hamdan, kalau kita selamtkan korban alm.syahrial pasti akan keluar uang saya 100 juta, dan ahir nya mulyadi berencana ingin membuang korban sahrial ke sungai untuk membuang jejak.

Kapolres Bener Meriah menyampaikan disela giat rekontruksi, bahwa ini menjadi pelajaran buat kita semua, agar kita lebih teliti dan jeli dalam menangani kasus semacam ini, jangan samapai kita terkecoh oleh omongan orang, yang mana orang tersebut adalah tersangka, seperti kasus penganiayaan anak yang dilakukan oleh orang tua angkatnya sehingga menyebabkan meninggal dunia sang anak tersebut. say mengharapkan kedepan agar lebih fropesional dan jeli dalam menangani kasus pembunuhan “jelas kapolres”(humas BM/gun’s)”

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Antisipasi Kelangkaan Sembako, Unit Reskrim Polres Bener Meriah Melakukan Operasi Pasar Dan Cek Harga Sembako

Tribratanewspolres Bener Meriah: Menjelang lebaran Idul Fitri 1439 H,