Jajaran Polres Bener Meriah Serta Polsek Laksanakan Shalat Ghaib Untuk 5 Shuhada Polri Yang Gugur Dalam Berdinas

Jajaran Polres Bener Meriah Serta Polsek Laksanakan Shalat Ghaib Untuk 5 Shuhada Polri Yang Gugur Dalam Berdinas

- in Mitra Polisi
182
0

Tribrtanews Polres Bener Meriah: Kapolres Bener Meriah AKBP Fahmi Irwan Ramli SH.,SIK.,MSi. bersama perwira staf dan anggota polsek jajaran, melaksanakan shalat ghaib di mushalla babuttaqwa polres bener meriah.pada hari Jum’at sekira pkl 13.30 wib.Jum’at(11/05/2018)

Kami selaku jajaran kepolisian ikut berduka yang sangat dalam atas meninggalnya lima pahlawan terbaik Bhayangkara,” ucap Kapolres bener Meriah, usai shalat Ghaib di musalla polres Babuttaqwa.

Seusai salat gaib berjamaah, anggota Polsekjajaran  juga mengirimkan doa. Bahkan sejumlah anggota kepolisian yang mengikuti acara tersebut tampak menitikkan air mata.

“Selain menggelar salat gaib, kami juga mengirimkan doa untuk mereka,” ujar Kapolres Bener Meriah AKBP Fahmi Irwan Ramli SH.,SIK.,MSi.

“Untuk keluarga agar diberikan ketabahan dan kesabaran atas kejadian ini. Semoga teman-teman kami yang gugur mendapatkan surga yang terbaik di sisi-Nya,” tandasnya.

Anggota Polsek  jajaran juga melakukan safari salat Jumat bersama warga sekitar. itu dilakukan oleh para kapolsek dan didampingi bhabinkamtibmas Polsek jajaran.

Lima anggota Polri yang gugur setelah disandera oleh narapidana terorisme di rutan Mako Brimob, Depok, Jawa Barat dianugerahi kenaikan pangkat luar biasa oleh Kapolri.

Kelimanya adalah Iptu Luar Biasa Anumerta Yudi Rospuji Siswanto, Aipda Luar Biasa Anumerta Denny Setiadi, Brigadir Luar Biasa Anumerta Fandy Setyo Nugroho, Briptu Luar Biasa Anumerta Syukron Fadhli, serta Briptu Luar Biasa Anumerta Wahyu Catur Pamungkas.

Kapolri Tito Karnavian menambahkan, Polri akan melakukan evaluasi terkait kasus ini sebab menurutnya Rutan Negara Cabang Salemba di Kompleks Mako Brimob sebenarnya memang tidak layak huni bagi napi teroris.

Selain sudah kelebihan kapasitas, rutan ini klasifikasinya juga bukan maximum security atau keamanan maksimum yang seharusnya dipergunakan untuk napi teroris.

“Di dalam memang tidak layak bukan didesain untuk maximum security yang layaknya untuk teroris, yang kedua persoalannya over crowded. Ini sebenarnya cukup untuk kira-kira idealnya 64 orang, maksimal 90-an lah. Ini saya lihat, saya juga baru tahu sampai 155 orang di dalam itu, jadi sangat sumpek sekali,” terang Tito baru-baru ini.(humas BM/ulf39)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Bhabinkamtibmas Polsek Bandar Bersama Babinsa, Bantu Warga Dalam Bergotong Royong Di Kp.Tansaran Bidin

Tribratanewspolres Bener Meriah: ciptakan sinegritas TNI-Polri dan masyarakat yang