Sejarah Polres Bener Meriah

Polres Bener Meriah

Terletak di dataran tinggi Gayo, Polres Bener Meriah kini memasuki usia tahun kelima sejak keberadaannya dalam bentuk Polres persiapan pada 17 November 2004 lalu diresmikan. Kelahiran Polres ini merupakan dampak dari pemekeraan Kabupaten Induk Aceh Tengah berdasarkan Undang-Undang No.41 tahun 2003.

Dalam rangka mendukung terlaksananya mekanisme pemerintahan dan pembangunan serta demi penegakan hukum di wilayah dataran tinggi Gayo ini, maka dibentuklah Polres persiapan Bener Meriah. Tidak lama setelah itu, Pada tanggal 31 Agustus 2008 Polres Persiapan Bener Meriah mengalami peningkatan status menjadi Polres Definitif dengan Type B2. Dilihat dari geografis Wilayah hukum Polres Bener Meriah terletak pada garis lintang utara dengan letak ketinggiannnya 100 hingga 2500 meter diatas permukaan laut.

Secara umum wilayah Bener meriah terdiri dari daerah pegunungan, perbukitan dan hutan pinus yang lebat, Kabupaten Bener meriah dikenal sangat subur untuk ditanami sektor produksi pertanian, terutama tanaman muda, sayur-sayuran dan daerah ini juga dikenal dengan Kabupaten penghasil kopi terbesar di NAD setelah Aceh tengah. di Kabupaten ini juga terdapat sebuah Gunug Merapi, yang dikenal dengan Burni Telong.

Guna melindungi wilayah hukumnya dari gangguan Kamtibmas, Polres Bener Meriah memiliki 7 (Tujuh) Polsek, dengan jumlah personil sebanyak 425 orang. Yang terdiri dari 2 Pamen, 15 Pama, 410 Bintara, dan 3 Polwan. Perbandingan anggota Polri dengan jumlah penduduk adalah 1: 294 orang. Saat pertama kali dibentuk, Polres ini menempati Mako sementara di Polsek Bukit. Setelah ditetapkan menjadi Polres Definitif Markas Komandonya dipindahkan ke Mapolres yang baru terletak di jalan Pante Raya-Bandara Rembele .

Tindak pelanggaran hukum yang rawan terjadi di wilayah Polres Bener Meriah meliputi Illegal Logging dan pencurian menggunakan kekerasan.

Kapolres Yang Pernah Bertugas di Polres Bener Meriah